Editorial

Selama Masa Bakti Jadi Ketua KPAI, Asrorun Niam Tuai Banyak Pujian

Megapolindonesia.com

JAKARTA – Senin (31/7/2017), Asrorun Niam Sholeh mengakhiri jabatannya sebagai Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Serah terima dilaksanakan di Hotel Aryaduta Jakarta dan dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohanna Yambise serta pejabat daru berbagai kementerian.

Dalam sambutan serah terima yang dihadiri oleh para pejabat pemerintah dan pegiat perlindungan anak, Niam menegaskan, selama dua periode mengemban amanah di KPAI, dirinya merasa dunia perlindungan anak sudah menjadi bagian jiwanya.

“Masalah perlindungan anak, bagi saya, bukan sekedar memenuhi tugas profesional. Tetapi menjadi panggilan jiwa. Karenanya, saya juga menitipkan kepada komisioner baru, perlu mencurahkan jiwa raga dalam mengemban amanah baru ini”, tegasnya.

Selama periode kepemimpinan Niam, KPAI sangat menonjol dalam penanganan kasus anak. Banyak kasus besar yang berhasil diadvokasi dan ditangani.

Pada advokasi di bidang regulasi, periode Niam berhasil mendobrak kebuntuan aturan dengan sukses lakukan revisi UU Perlindungan Anak. Di samping itu, KPAI di bawah kepemimpinan Niam berhasil mendorong dan meyakinkan Presiden untuk menerbitkan Perpu u memberikan pemberatan hukuman bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohanna Yambise juga mengakui keberhasilan KPAI di bawah kepemimpinan Asrorun Niam.

“Saya mengucapkan selamat mengakhiri tugas dengan sukses kepada Pak Niam dan kawan-kawan. KPAI di bawah Pak Niam sangat dinamis dan terus bersinergi dengan Kementerian. Saya sering bareng dengan Pak Niam menangani kasus-kasus anak bersama”, ujarnya.

Pemerhati anak Kak Seto juga memiliki penilaian yang sama.

“KPAI di bawah Pak Niam menunjukkan eksistensinya dalam memberikan perlindungan anak. Banyak aturan yang tidak ramah anak dikoreksi, dan revisi UU Perlindungan Anak serta lahirnya Perpu tak lepas dari kepiawaiannya dalam menjalankan tugasnya”, tegas Kak Seto.

Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Koordinator PMK, Sujatmiko menegaskan KPAI ke depan memiliki tugas yang cukup berat.

“Pondasi kelembagaan sudah ditanamkan oleh periode Pak Niam dengan sangat kokoh. Kami bersama-sama mengawal lahirnya Perpu perlindungan anak dan juga pencegahan tindak pidana pornografi melalui GTP3. Ini modal besar bagi KPAI selanjutnya”, tegasnya.

Sementara itu, komisioner baru yang menggantikan komisioner lama akan bertugas untuk periode 2017-2022. Mereka adalah Susanto, Putu Elvina, Rita Pranawati, Siti Hikmawati, Margaret Aliyatul Maimunah, Ai Maryati, Jasra Putra, Susianah Afandi, dan Retno Listiyarti.

Tiga nama yang pertama adalah komisioner incumbent, yang menjadi tim pimpinan di bawah Ketua Asrorun Niam Sholeh. Masing-masing menjabat wakil ketua dan sekretaris KPAI periode yang lalu.

Ditanya soal aktivitas setelah di KPAI, Niam menjelaskan sebagai akademisi, dia kembali ke kampus Pascasarjana UIN Jakarta untuk mengajar. (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s