Pejabat Pemkot Bekasi Diperiksa Polda Metro Jaya Soal Kerjasama Stadion


Megapolindonesia.com

BEKASI – Sebanyak tujuh pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi diperiksa oleh Polda Metro Jaya terkait uang sewa Stadion Patriot Candrabhaga dengan PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) selaku perusahaan pengelola manajemen Persija Jakarta dengan Bhayangkara FC.

Salah satu terperiksa yang sekarang merupakan staf ahli Wali Kota Bekasi, Ridwan menyatakan bahwa dirinya dipanggil oleh Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan polisi saat itu adalah berdasarkan kapasitasnya yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bekasi sebelum mengalami rotasi ke Staf Ahli Wali Kota Bekasi pada pekan lalu.

“Saya menjalani pemeriksaan oleh penyelidik Polda Metro pada Senin (10/7/2017) kaitan dengan tanggung jawab saya sebagai pengelola Stadion Patriot saat itu,” ujar Staf Ahli Wali Kota Bekasi, Muhamad Ridwan, Senin (17/7/2017).

Menurut dia, polisi pada saat memeriksa menanyakan tentang penetapan kerja sama penyewaan stadion kepada PT MMIB selaku perusahaan pengelola manajemen klub nasional yang tengah memeperebutkan piala Liga 1 2017.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap pertandingan baik Persija maupun Bhayangkara FC dibebankan biaya sewa setadion sebesar Rp 52 juta, itu tercantum dalam peraturan daerah.

Adapun, khusus Persija, manajemen klub Ibukota tersebut diwajibkan membayar kontribusi bagi hasil penjualan tiket sebesar Rp 190 juta ke pemerintah. Nilai itu diambil dari 10 persen penjualan tiket sebesar Rp 1,9 miliar.

“Besaran kontribusi bagi hasil penjualan tiket yang diterima Pemkot Bekasi disepakati bersama sebesar 10 persen. Hitungan itu didasari hasil penjualan tiket yang dikelola manajemen Persija sekali bertanding mencapai Rp 1,9 miliar,” katanya.

Dana itu diterima oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Gelanggang Olahraga Kota Bekasi, Endang Tohari, untuk dilaporkan kepada Ridwan dan selanjutnya disetorkan kepada Dinas Pendapatan Daerah dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi.

“Saya tidak pegang uangnya, saya hanya mengetahui saja untuk tanda tangan,” kata Ridwan.

Ridwan juga mengaku belum mengetahui persis pemicu persoalan yang mengakibatkan dirinya dipanggil oleh polisi.

“Dalam surat undangannya, tertulis kepentingannya kaitan dengan kerjasama sewa stadion,” katanya.

Sekda Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji, membeberkan bahwa saat diperiksa polisi, dirinya disuguhkan sepuluh pertanyaan dari terkait persoalan yang sama.

“Pekan lalu saya dipanggil Polda Metro, saya ditanyakan terkait kehadiran saya dalam rapat pembahasan Memorandum Of Understanding (MoU) penyewaan Stadion Patriot Chandrabaga oleh kepolisian,” katanya.

Kepada polisi Rayendra mengakui bahwa dana kerja sama itu sepenuhnya diperuntukkan untuk pendapatan Pemerintah Kota Bekasi.

“Uangnya masuk ke Pemkot Bekasi. Uang sewa diperuntukkan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selanjutnya dimanfaatkan untuk pemeliharaan stadion,” tandas Roy sapaan akrabnya.

Sebagai informasi, selain dua nama di atas mereka yang diperiksa oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga mencari informasi dengan memeriksa Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Kepala Badan Kerja Sama dan Investasi, Hanan, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Bekasi, Kepala BPKAD, serta Kepala UPTD GOR Kota Bekasi. (Yd)

Beri Komentar

%d bloggers like this: