Pelaku Street Crime Dan Puluhan Preman Diamankan Polres Metro Bekasi Kota

Megapolindonesia.com

BEKASI – Polres Metro Bekasi Kota mengamankan lima orang pelaku kejahatan jalanan (Street Crime) berbagai modus pada Sabtu, (17/6/2017).

Diketahui polisi berhasil mengamankan satu tersangka Curanmor yakni MMS di Jatisampurna, dua pelaku curanmor lainnya, IM dan IR di Bekasi Utara, satu orang tersangka Pengeroyokan, IRN di Stadion Patriot dan satu orang pelaku Curat berinisial LTF di Cikunir, Bekasi Selatan.

Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Wijonarko menceritakan kronologis penangkapan para pelaku kejahatan tersebu di halaman Mapolrestro Bekasi Kota pada Sabtu, (17/6/2017) kepada tim Megapolindonesia.

“Tersangka pelaku curanmor Jatisampurna berhasil ditangkap setelah korban mendapati pelaku sedang berusaha merusak kunci kontak motor miliknya, kemudian dua tersangka di Bekasi Utara tertangkap saat polisi melaksanakan operasi Cipkon di wilayah tersebut,” kata AKBP Widjonarko.

Lebih lanjut, Wijonarko mengisahkan dua kejahatan lain, yakni kasus pengeroyokan terhadap pedagang dan maling CCTV yang terjadi di Stadion Patriot dan Cikunir.

“Untuk kasus pengeroyokan, seorang tersangka ini diketahui mengusir salah seorang pedagang di kawasan Stadion Patriot dan sempat mengeroyok seorang pedagang cilok, di saat yang sama tim Patriot Polres Metro yang melakukan patroli di tempat tersebut, alhasil pelaku dapat diamankan,”

“Untuk kejadian Cikunir, pelaku berupaya mencuri CCTV di rumah warga dengan memanjat tembok dan mencopot CCTV,” jelas Wakapolrestro Bekasi Kota.

Atas perbuatan tersebut, pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan diancam pasal 363 KUHP dengan pidana maksimal penjara tujuh tahun.

Untuk kasus pengeroyokan, IRN akan dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang perbuatan bersama-sama di muka umum dengan kekerasan yang menyebabkan luka dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Selain lima tersangka Kejahatan Jalanan tersebut, jajaran Polres Metro Bekasi Kota juga berhasil mengamankan 72 preman dan pengemis yang kerap beroperasi di wilayah Bekasi Kota. Nantinya, para preman ini akan dibina dan didata agar tidak meresahkan warga saat bulan Ramadhan berlangsung. (Yd)

Beri Komentar

%d bloggers like this: