Tolak Pasien BPJS, Dirut RSUD Bekasi Akan Dievaluasi

Megapolindonesia.com

BEKASI – Walikota Bekasi, Rahmat Effendi menyatakan akan mengevaluasi kinerja Dirut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi setelah menolak pasien bernama Reny Wahyuni yang menggunakan jaminan kesehatan BPJS saat akan melakukan operasi persalinan.

“Kita turut sedih terhadap pelayanan kesehatan. Tidak boleh pemilik BPJS ditolak di pintu RSUD Pemerintah Kota Bekasi, nanti akan dipanggil (Dirut RSUD) dan segera dievaluasi” ujar pria yang akrab disebut Bang Pepen di Pemkot Bekasi, Senin (12/6/2017).

Selain RSUD Bekasi, Rahmat Effendi juga menyebutkan bahwa ada enam Rumah Sakit swasta yang menolak Renu Wahyuni yang akan melakukan persalinan.

Menurut kisah Reny Wahyuni, yang dijelaskan oleh suami, Hary Kustanto bahwa istrinya yang sedang sakit di duga pada kandungannya, membawa ibu Reny Wahyuni ke beberapa Rumah Sakit Swasta di Kota Bekasi untuk meminta penanganan pelayanan kesehatan di ruang ICU, akan tetapi karena menggunakan pelayanan BPJS ditolak di 6 RS Swasta di Kota Bekasi dan RSUD Kota Bekasi

Adapun 6 RS swasta yang menolak yakni: RS Ananda Bekasi, RS Anna Medika Bekasi, RS Mekar Sari, RS Bakti Kartini, RS Bella, RS Hermina dan RSUD Kota Bekasi menolak pasien lantaran bertuliskan kamar full, akhirnya suami usaha keras ke RS Koja tetapi tidak memakai BPJS akhirnya mendapatkan ruang ICU di RS Koja tersebut. (Yd)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: