Demo Isu Pembakaran Alkitab Di Jayapura Berujung Ricuh

Megapolitan.co

JAYAPURA – Kamis Siang (25/5) warga Kota Jayapura memalang ruas jalan arteri Abepura – Sentani, tepatnya di depan Korem 732/PWY, Padang Bulang, Abepura.

Penutupan ruas jalan mengakibatkan kendaraan dari arah Abepura menuju Sentani tidak dapat melintas, begitu pula sebaliknya. Aksi massa ini dipicu oleh foto – foto dan berita yang viral dimasyarakat melalui media sosial terkait dengan isu pembakaran Alkitab yang diduga dilakukan oleh oknum Satgas Pamtas Yonif 410/Alugoro. Hal ini menyebabkan kemarahan Umat Nasrani yang segera melakukan aksi protes di depan Makorem 732/PWY.

Kapolres Jayapura AKBP Tober Sirait dan seorang ajudannya yang berupaya melakukan pengamanan, terkena lemparan batu di bagian kepala dan dada, sehingga dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan intensif. Wisma Satgas Yonif 410/Alugoro pun mengalami kerusakan di beberapa bagian, menjadi sasaran kemarahan massa.

Melihat situasi yang berubah menjadi tidak kondusif, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, yakni Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano, Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen Herman Asaribab, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar, dan tokoh – tokoh agama langsung melakukan langkah koordinasi.

Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano dan Tokoh Agama Kristen Pendeta James Wambrauw berupaya untuk menenangkan masyarakat, dan menghimbau agar masyarakat tidak main hakim sendiri serta menyerahkan persoalan tersebut untuk diproses secara hukum.

Namun sayangnya, aksi masa tersebut berubah menjadi anarkis, yakni dengan tindakan pelemparan batu tatkala Kapolda Papua, Boy Rafli Amar turun langsung di tengah masa untuk bernegosiasi.

Akibat pelemparan batu tersebut, aparat segera melakukan langkah pengamanan dengan tembakan peringatan keudara yang membuat masa pendemo pun segera mundur.

Meski, suasana sempat menjadi tegang dan pendemo melakukan aksi bakar ban di tengah jalan, namun situasi berangsur – angsur pulih dan lalu lintas pun kembali normal.

Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar menghimbau agar masyarat tidak mudah terprovokasi dengan isu yang beredar serta menyerahkan masalah ini kepada proses hukum. Pihaknya akan membentuk tim yang melibatkan unsur Polisi Militer dan Intelejen untuk mengusut kejadian tersebut. (YA)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: