Warga Tolak Pembangunan Tower Monopole Duren Jaya

Megapolitan.co

BEKASI – Pembangunan tower monopole yang berlokasi di RT 06 RW 03, Gang Kapuk, Kampung Pedurenan, Kelurahan Duren Jaya, Bekasi Timur mendapat pertentangan warga. Pembangunan yang dilakukan PT Daya Mitra Sell ini diduga tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Salah seorang ibu rumah tangga yang enggan disebutkan identitasnya, menjelaskan warga tidak pernah diajak untuk bermusyawarah terkait rencana pembangunan tower tersebut. Tanpa ada sosialisasi, pihak kontraktor tiba-tiba sudah melakukan pembangunan.

“Kami tidak pernah diajak untuk musyawarah. Kami juga dimintai KTP, tidak tahu untuk apa, tapi saya juga dikasih uang semacam kerohiman sekitar Rp 300 ribu,” ujar ibu rumah tangga yang memakai kaos berwarna ping tersebut, Senin (22/5/2017).

Dia menyebut pembangunan tersebut sudah dmulai sejak pertengahan Maret 2017 kemarin. Tidak ada penolakan secara reaktif yang dilakukan warga dalam menanggapi persoalan tersebut. Namun demikian, beberapa warga juga mengharapkan jika pembangunan tersebut dapat dihentikan. Musababnya, radiasi tower monopole ini juga berbahaya, khususnya bagi perkembangan balita.

Dia berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bisa menghentikan pembangunan tersebut dengan alasan kekhawatiran terjadinya radiasi yang diderita anak. “Kalau tetap didirikan, saya akan pindah,” ujarnya yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan.

Salah seorang warga lainnya juga tidak mau ambil diam. Ia melaporkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi pada akhir pekan kemarin. Setelah menerima aduan tersebut, beberapa petugas PUPR langsung melakukan sidak pembanguan tower tersebut.

Kepala Dinas PUPR Kota Bekasi, Tri Adhianto menyebut pembangunan tower monopole tersebut belum mengantongi IMB. Dia juga akan memberikan ketegasan untuk menghentikan pembangunan tower monopole menyusul adanya keluhan yang dilakukan warga sekitar. Ia akan memberikan surat teguran kepada kontraktor untuk menghentikan sementara waktu pembangunan hingga proses IMB dilakukan.

“Tower monopole di Duren Jaya kita minta di hentikan segala aktivitas pembangunan. Nanti kami berikan surat teguran, kalau sampai tiga kali masih bandel, akan kami segel,” ujar Tri.

Dia menyatakan tidak merestuai proses pembangunan yang dilakukan kontrator apabila mekanisme awal tidak segera dilakukan sesuai ketentuan yang ada.

Merujuk data yang dimiliki PUPR Kota Bekasi, PT Daya Mitra Sell memiliki sejumlah pembangunan sebanyak 84 tower monopole. Dari jumlah tersebut, Dinas PUPR Kota Bekasi juga belum mendeteksi apakah keseluruhannya sudah mendapatkan IMB.

Tri menambahkan, pengawasan tidak hanya dilakukan oleh dinasnya, melainkan juga masyarakat menjadi salah satu pengawas dalam mengawal pembangunan tower. Ia juga mempersilahkan kepada masyarakat luas untuk mengadu jika kejadian tersebut juga terjadi di wilayah lain.

“Masyarakat juga di persilahkan memberitahu kepada kami jika di wilayahnya mencurigai ada pembangunan tower yang pendiriannya tanpa sepengetahuan warga setempat,” tutupnya. (*)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: