Kasus E-KTP, PT Sandipala Akui Jatah Pembuatan Blangko Dikurangi Sepihak

Megapolitan.co

JAKARTA – Salah satu perusahaan pemenang tender e-KTP, PT Sandipala Arthaputra mengaku hanya mengerjakan 45 juta blanko e-KTP.

Padahal, perusahaan yang bergerak di bidang percetakan smart card dan security printing itu sejatinya harus memproduksi 60 persen dari 172 juta blangko e-KTP pada tahun 2011-2012 atau sebanyak 103.200.000 keping.

“Bahwa dalam kontrak awal, porsi pekerjaan PT Sandipala adalah sebesar 60 persen dari total 172 juta percetakan blangko e-KTP,” namun kenyataannya PT.SAP hanya mengerjakan 45 juta blanko e-KTP. Turunnya jumlah pekerjaan untuk memproduksi blangko itu diduga dikurangi oleh pejabat ADMINDUK Kemendagri kata kuasa hukum Paulus Tannos, Moch Chairol Huda dalam keterangannya, Rabu (17/5/2017).

Meski demikian, PT Sandipala tetap berusaha sebaik mungkin melaksanakan pekerjaan yang diberikan dan juga telah menyelesaikan kewajiban sesuai kontrak awal pengadaan mega proyek e- KTP yang menelan biaya hampir Rp 6 triliun dari kas negara itu.

“Malah, hingga saat ini, kami tak kunjung menerima pembayaran sekali pun dari pihak konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI). Sehingga, kami mengalami kerugian yang tak sedikit,” jelasnya.

Karena itu, ia berharap agar proses hukum pada kasus korupsi e-KTP, harus terus berjalan meski menyeret nama-nama besar di Indonesia.

“Kami sangat mendukung proses hukum mengenai e-KTP yang tengah berlangsung di Pengadilan saat ini,” tutupnya.(DVD)

Beri Komentar

%d bloggers like this: