Ayah Tiri Tega Cabuli Anak, Tertangkap Di SPK Kantor Polisi

Megapolitan.co

BEKASI – Sungguh malang nasib seorang ibu berinisial DS (36), warga Kranji, Bekasi Barat. Dirinya terpaksa menelan pil pahit setelah anak kandungnya menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh suaminya sendiri.

Korban yang berinisial A (10) ini mendapat perlakuan cabul dari ayah tirinya yang berprofesi sebagai tukang ojek ini. Menurut pengakuan korban, bukan kali ini saja dirinya mendapatkan perlakuan bejat tersebut.

Beruntung, pelaku yang bernama Amir Mujahidin (29) ini telah mendekam di lantai dingin sel Polres Metro Bekasi Kota sejak pekan lalu, tepatnya pada Minggu, (30/4/2017) malam, di hari yang sama saat dirinya dilaporkan ke polisi.

DS berkisah tentang kronologis terpergoknya Amir Mujahidin saat sedang berusaha melakukan hubungan badan dengan korban di rumahnya sendiri.

“Hari Minggu, 30 April kemarin kejadiannya, waktu itu saya bertengkar mulut dengan pelaku, akhirnya untuk menenangkan diri saya keluar rumah sebentar, anak saya yang masih bayi dibawa olehnya ke dalam rumah, alhasil A ikut juga ke dalam rumah karena khawatir adiknya akan disakiti oleh bapak tirinya,

“Kemudian saat itu saya merasa cemas dengan keberadaan kedua anak saya bersama dia, saya kembali ke rumah, namun keadaan rumah terkunci rapat, saya coba intip lewat jendela, ternyata pelaku sedang melakukan perbuatan tersebut,”

“Saya dobrak pintu, dan melihat A terbirit-birit lari ke kamar mandi, ketika saya kejar dan tanyakan, A mengaku bahwa dirinya telah dicabuli oleh ayah tirinya sendiri,” kisah DS kepada tim Megapolitan pada Senin malam, (8/5/2017).

Menurut ibu korban, A mendapat perlakuan tak terpuji tersebut semenjak menikah dengan Amir Mujahidin pada tahun lalu, sekitar bulan Maret 2016 lalu saat dirinya pindah ke kontrakan barunya.

“Semenjak pindah ke kontrakan ada hal yang aneh terjadi pada perilaku A,” ujar DS.

Amir Mujahidin pun tertangkap dengan cara yang tak lazim, dimana dirinya sendiri menyerahkan diri ke Polres Metro Bekasi Kota, tepatnya saat korban sedang ingin membuat laporan di unit SPK Polres Metro Bekasi Kota.

“Setelah ketahuan, saya tidak tahan dan langsung bergegas menuju Polsek Bekasi Kota untuk membuat laporan, kemudian dari sana saya diarahkan ke Polres Metro Bekasi Kota,”

“Betapa terkejutnya saya ketika melihat pelaku berada di meja SPK dan mengaku bahwa dirinya adalah pelaku kejahatan di bawah umur tersebut,” jelas DS.

Kasus ini pun telah masuk ke meja unit Perlindungan Perempuan & Anak Polres Metro Bekasi Kota untuk pemyidikan dan KPAID Kota Bekasi untuk dilakukan Trauma Healing terhadap korban.

Atas perbuatan tersebut, pasal yang disangkakan terhadap pelaku adalah Pasal 76 D dan Pasal 81 ayat 3 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. (Yd)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: