Yulianto, Kerja Ikhlas Untuk Kurangi Kecelakaan Di Jakarta


Megapolitan.co

JAKARTA – Jakarta merupakan sebuah kota yang identik dengan kemacetan lalu lintas terparah di Indonesia sejak zaman dulu. Selain karena Jakarta adalah kota paling padat penduduknya, ada juga penyebab lain

Ada yang bilang macet Jakarta mustahil diatasi karena tata kelola ruang kotanya sudah salah sejak awal. Ada juga yang mengatakan bahwa desain lalu lintas kotanya sangat buruk.

Kemacetan terus melanda Jakarta. Apalagi, karena adanya libur panjang Hari Buruh, yang terjadi pekan ini. Ribuan kendaraan pun terus terpantau tumpah ruah, memadati lalu lintas Ibu Kota.

Seperti yang terpantau di Jalan Letjend S Parman, dan Jalan Latumenten, Jakarta Barat. Kepadatan terjadi mulai kawasan Tomang hingga Grogol, Petamburan.

Tak sedikit angkutan umum seperti mikrolet dan bajaj yang terpantau ngetem. Bahkan, banyak kendaraan saling serobot, tidak mau mengalah memacu kendaraannya.

Kondisi itu tentu membuat para petugas kerepotan mengatur lalu lintas. Sebagaimana yang dilakukan Yulianto, Komandan Regu Dishub Kecamatan Grogol Petamburan (Gropet), Jakarta Barat.

Pria berusia 41 tahun itu tidak memungkiri, pekerjaan mengatur lalu lintas cukup menyulitkan. Personalnya, tidak hanya jumlah kendaraan yang sangat luar biasanya banyak. Namun, karena sebagian besar dari para pengendara itu tidak tertib lalu lintas. Sehingga, menimbulkan kemacetan berulang-ulang dan sulit diselesaikan.

“Memang dukanya, masih banyak warga yang kurang mematuhi peraturan lalulintas. Tapi kita tetap sepenuh hati bekerja dengan ihklas,” kata Yulianto, kepada wartawan, Minggu (30/4).

Ia pun berharap kepada masyarakat untuk dapat tertib berkendara dan mematuhi rambu lalu-lintas. Sebab, kecelakaan didominasi dari diri sendiri akibat tak mematuhi lalu lintas.

“Pencegahannya salah satunya adalah dengan mematuhi peraturan dan taat lalu lintas. Dengan menerapkan taat lalu lintas, maka kecelakaan bisa dihindarkan,” harapnya.

Untuk mewujudkan hal itu, Dinas Perhubungan Jakarta Barat, terus melakukan berbagai cara melalui pendekatan persuasif, sosialisasi hingga langkah represif.

“Kita harus terus melakukan pembinaan dan tindakan. Diamanpun saya bertugas di wilayah yang ditempati harus tertib lalulintas,” ucap ayah pria kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah itu.

Sebelum dipercayakan menjadi menjadi Komandan Regu Dishub Kecamatan Grogol Petamburan (Gropet), Jakarta Barat, Yulianto pernah bekerja sebagai pengawas lapangan di Perusahaan Kontraktor PT. Bayudita Jakarta pada 1995 – 2000. Ia juga sempat masuk sebagai seorang honorer di Badan Pengelola Terminal Angkutan Jalan (BPTAJ), di Rawamangun 2000 – 2007.

Lalu dipercayakan bertugas di UPT Terminal Pulogadung Antar Kota, pada pertengahan 2007, sebagai CPNS. Hingga akhirnya pada tahun 2011, Yulianto, diangkat sebagai PNS DKI Jakarta.

Yulianto merupakan seorang pekerja keras yang mempunyai loyalitas tinggi. Setiap harinya ia bersama anggotanya bertugas mengatur lalulintas dan tak segan menindak setiap angkutan umum yang bandel karena ngetem sembarangan.

Ia pun memiliki hobi olahraga dan gemar berwisata kuliner bersama keluarga. Pria penikmat makanan tumis kangkung dan tempe mendoan tersebut, selalu memegang teguh untuk kerja ikhlas dan disiplin dalam bekerja.

“Saya memiliki moto hidup untuk disiplin dan bertanggung jawab pada tugas pokok,” pungkasnya. (DVD)

Profil Komandan Regu Dishub Kecamatan Grogol Petamburan (Gropet), Jakarta Barat, Yulianto

Tempat Tanggal Lahir: Purwekerto 14 Juli 1975
Istri: Nur Rokhayati (34)
Anak: Tanzilla Nurantika dan Randyka Putra
Hoby: Olahraga Sepak Bola dan Bulu tangkis

Beri Komentar

%d bloggers like this: