Pilkada Bekasi, PKS – PDI-P Siap Koalisi?

Megapolitan.co

BEKASI – Suhu Politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bekasi tahun 2018 mendatang sudah mulai memanas. Pertemuan dalam rangka penjajakan antar parpol dan kandidat yang akan bertarung sudah mulai dilakukan.

Diantaranya muncul wacana koalisi PDIP-PKS dalam Pilkada Kota Bekasi 2018 mendatang.

Pengamat Politik dari Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi, Adi Susila mengatakan, Koalisi PDIP-PKS dalam Pilkada Kota Bekasi bisa saja terjadi. Tapi, sambungnya, kemungkinan tersebut masih sangat kecil bisa terjadi,

“PDIP dan PKS memiliki perbedaan ideologis mencolok”. terangnya

Karena secara ideologis sangat berbeda, kecuali ada pertimbangan praktis yg mengalahkan kepentingan ideologis tidak menutup kemungkinan bisa bertemu.

“Kecuali ada pertimbangan praktis yang mengalahkan kepentingan ideologis koalisi PDIP-PKS bisa terjadi”.

Sementara Peneliti Bekasi Institute (BI), Pipit Aidul Fitria menilai peluang bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pilkada Kota Bekasi 2018 terbuka lebar.

Pipit mengatakan politik itu bersifat dinamis, meski pada tingkat nasional baik PDIP dan PKS berada dalam gerbong yang berbeda, namun hal itu tidak menutup peluang kedua Parpol tersebut berkoalisi di Pilkada Kota Bekasi. 

“Saya kira tidak ada yang mutlak dalam politik, semua mungkin saja terjadi”.

Ia memberikan contoh, dalam Pilkada serentak tahun 2015 kemarin, dibeberapa wilayah PDIP dan PKS berkoalisi, seperti di Cianjur, Muko-Muko, Klaten dan Banjarmasih. 

“Kalau ditempat lain bisa, ya tentu di Kota Bekasi juga bisa. Intinya peluang itu ada”. Tegasnya

PKS sudah merasakan bekerjasama dengan partai Golkar melalui pasangan PAS, tentu kedua partai ini memiliki pengalaman masing-masing sebagai bahan evaluasi tahun 2018 mendatang.

“Saya yakin PKS punya catatan tersendiri selama berkoalisi dengan Golkar begitu pun sebaliknya, kalau sekarang PKS mulai main mata dengan PDIP ya kode itu”, katanya

Ia melanjutkan, sampai saat ini PDIP dan PKS belum menentukan siapa calon yang akan diusung kedua partai tersebut, diantara nama yang santer dari PDIP adalah Mochtar Mohamad (M2) yang merupakan mantan Walikota Bekasi, Anim Imanuddin Ketua DPC PDIP Kota Bekasi, sementara di PKS muncul nama Ahmad Syaikhu yang saat ini menjabat wakil walikota dan Heri Koswara Ketua DPD PKS.

Jika Ahmad Syaikhu yang saat ini menjabat sebagai ketua DPW PKS Jawa Barat direkomendasi PKS untuk maju di Pillada Kota Bekasi maka posisinya bukan lagi sebagai wakil tapi di plot sebagai bakal calon walikota, sementara Heri Koeswara akan dipersiapkan sebagai bakal calon wakil walikota.

“saya kira PKS akan menyodorkan 2 nama, Ahmad Syaikhu untuk B1 dan Herkos B2”. Bebernya

Sementara kemungkinan PKS koalisi dengan PDIP terjadi jika rekomendasi PDIP jatuh ketangan M2, maka kandidat yang cocok dan paling memungkinkan untuk berpasangan dengannya adalah Heri Koswara sebagai reprsentasi kaum muda dan pribumi.

“Tiga periode duduk di DPRD sudah cukup matanglah Pak Heri, terlebih dia masih muda dan asli putra Bekasi”,tuturnya

Sebelumnya, puluhan perwakilan masyarakat Kayuringin menggelar pertemuan di kediaman Babe M2 Jaka Permai (JP) untuk memberikan dukungan kepada H.Mochtar Mohamad untuk maju di pilkada Kota Bekasi 2018.

Masyarakat dari kalangan aktivis dan jamaah Masjid Al- Muhajirin Kelurahan Kayuringin yang mengatas namakan “Relawan M2- Heri Koeswara” meminta agar dalam Pilkada Kota Bekasi M2 maju berpasangan dengan Heri Koeswara yang saat ini menjabat sebagai ketua DPD PKS Kota Bekasi.

Salah satu perwakilan masyarakat Ust. Thoip mengatakan, dirinya bersama sejumlah masyarakat di Kayuringin itu sudah bertekad untuk memenangkan M2-Heri Koeswara dalam Pilkada Kota Bekasi tahun 2018 mendatang. (Yd)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: