Junjung Kearifan Lokal Papua Lewat Tari Yosim Pancar


Megapolitan.co

PAPUA – Seni tari Yosim Pancar atau yang biasa disebut dengan tari Yospan merupakan bagian dari kebudayaan orang Papua. Tarian tersebut berasal dari 2 Tarian yang berbeda yaitu Tari Yosim yang berasal dari daerah Sarmi dan Tari Pancar yang berasal dari daerah Biak. Tarian tersebut mulai dikenal secara luas sekitar tahun 1980an.

Tarian tersebut sudah dikembangkan di Kota Serui dengan berbagai bentuk tambahan atau kombinasi gerakan yang dipadukan dengan tari-tarian adat yang ada di seluruh daerah Kepulauan Yapen. Pada umumnya seluruh rangkaian gerakan pada Tari Yosim Pancar yang ada di Kota Serui dengan yang ada di daerah-daerah lain di seluruh penjuru papua ialah sama, tetapi Tarian Yosim ini dipoles lagi agar menarik banyak perhatian dari seluruh komponen masyarakat sehingga dapat dilestarikan sebagai budaya masyarakat Papua pada umumnya.

Hal ini pula yang dilakukan oleh Dandim 1709/Yawa Letkol Inf Sat Hari Wibowo S.H bersama dengan Kapolres Kab. Kep. Yapen AKBP Darma Suwandito dan Kajari Kab. Kep. Yapen Franky zhon. Di sela-sela kegiatan mereka menyempatkan diri untuk bisa menari Yosim Pancar bersama masyarakat Kota Serui. Dalam tarian tersebut sekilas terlihat canda dan tawa yang mengubah suasana menjadi lebih meriah pada saat itu.

Dandim 1709/Yawa mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pendorong kepada generasi muda yang ada di Kota Serui supaya dapat terus melestarikan budaya lokal Papua yang merupakan aset kekayaan Nasional, dimana saat ini generasi muda lebih cenderung memilih budaya asing dan hal itu pula yang menjadi salah satu penyebab lunturnya kebudayaan lokal.

Menurut Letkol Inf Sat Hari Wibowo, budaya merupakan identitas bangsa yang harus dihormati dan dijaga serta perlu dilestarikan agar kebudayaan kita tidak hilang sehingga dapat menjadi warisan anak cucu kita kelak. (YA)

Beri Komentar

%d bloggers like this: