Tercium Aroma KKN Dalam Proyek Pembangunan Stadion Multiguna

Megapolitan.co

BEKASI – Stadion Mini Multiguna di kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur yang baru selesai pembangunannya dikabarkan tidak sesuai dengan perencanaan.

Pasalnya, proyek yang harusnya rampung pengerjaannya dalam jangka 4 (empat) bulan mengacu pada SPK resmi Disperkimtan dan menelan APBD Kota Bekasi hampir Rp 4 milyar tersebut hingga saat ini belum dapat digunakan sebagai fasilitas olahraga masyarakat.

Pemuda Peduli Bangsa (APPB) Kota Bekasi menyayangkan pembangunan Stadion Mini lapangan Multiguna dibawah Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) yang terindikasi banyak masalah sejak awal.

“Diketahui, saat tender masa pemenangnya malah perusahaan yang memberikan penawaran tertinggi yang menang. Ini kan ada yang aneh,”

Mulyadi melanjutkan, menurut data yang dimiliki, pada saat tender proyek Stadion Mini lapangan Multiguna terdapat lima perusahaan yang ikut, namun dari lima perusahaan tersebut, PT. Ananda Ana Banua yang diketahui memberikan penawaran tertinggi dibandingkan empat perusahaan lainnya justru mendapatkan proyek dimaksud.

“PT. Ananda Ana Banua dengan alamat BTP, Jalan Kerukunan Utara Blok G No.67, Makasar Kota, Sulawesi Selatan yang menang tender. Dari harga Pagu proyek Rp.3.875.532.000, PT. Ananda memberikan penawaran Rp.3.697.520.000. Sementara penawaran terendah yaitu PT. Sardo Mitra Sejati sebesar Rp.3.429.009.000,” bebernya.

Lebih lanjut, ia menduga adanya aroma permainan dalam tender antara dinas terkait dengan memenangkan PT. Ananda Ana Banua sehingga proyek pembangunan Stadion Mini lapangan Multiguna yang menelan APBD hampir Rp4 Miliar jatuh ke PT tersebut. Kata dia, Dinas terkait dalam hal ini Disperkimtan Kota Bekasi harus bertanggung jawab untuk soal ini.

“APPB akan terus mengawal temuan ini, dan kami bersama sama Forum Mahasiswa Bekasi (Formabes) pada Jumat (24/3/2017) kemarin telah melaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi karena terindikasi adanya nuansa Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

“Direncanakan pada Kamis (30/3/2017) besok, kami juga akan melakukan unjuk rasa di Kejari sebagai bentuk dukungan terhadap kinerja kejaksaan serta periksa dan tangkap segera oknum Disperkimtan, khususnya Dadang Ginanjar selaku Kepala Dinas yang terindikasi melakukan penyelewengan proyek Stadion Mini lapangan Multiguna,” tandasnya.

Pantauan tim Megapolitan, pembangunan Stadion Mini lapangan Multiguna di kelurahan Margahayu, kecamatan Bekasi Timur kondisinya nampak memprihatinkan.

Rumput tampak mulai meninggi tak ubahnya rumput liar, bukan rumput standar layaknya di lapangan pada umumnya, Jalanan rusak, pembatas jogging track berupa tanah yang dikhawatirkan sewaktu-waktu dapat longsor, tiang gawang berkarat dan tidak memakai jaring.(Yd)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: