Kelompok Tani Kabupaten Bekasi Dihimbau Daftar Asuransi Jasindo

Megapolitan.co

BEKASI – Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bekasi, Abdul Karim menegaskan, bahwa keterlibatan para petani yang ikut serta dalam asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), masih minim.

“Kami sudah sosialisasi ke kelompok tani, namun belum direspon. Kendalanya karena kebanyakan para petani di Kabupaten Bekasi hanya sebagai penggarap,” ujar Karim kepada wartawan, Kamis (24/3/2017).

Namun demikian, pihaknya telah mencatat hanya sepuluh kelompok tani yang mendaftarkan lahannya. Dari kelompok tani itu pun, lahan yang diasuransikan hanya sebanyak 200 hektare dari 52.000 hektare lahan yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Mayoritas petani pemilik. Sepuluh kelompok tani yang mengikuti asuransi pun berasal dari dua kecamatan dari total 13 kecamatan penghasil padi terbesar di Kabupaten Bekasi,” jelasnya.

Dikatakan Karim, Program Asuransi Tanaman Padi ini sangat membantu para petani menekan risiko melalui klaim asuransi apabila terjadi gagal panen akibat dampak bencana alam.

“Sifatnya tidak wajib kepada petani, tetapi menguntungkan petani untuk mendapatkan klaim asuransi sebesar Rp7 juta dengan luas 1 hektar” katanya.

Adapun petani hanya wajib membayar premi Rp 35.000 per tahun, karena sisanya dibayar melalui subsidi Pemerintah Pusat sebesar Rp115 ribu per hektar dalam jangka waktu 1 tahun.

“Jadi petani hanya membayar Rp35 ribu per hektar per tahun, dua kali musim. Pengelolanya dari Jasindo yang dibawah kendali Kementerian Pertanian. Pendaftarannya bisa melalui Dinas Pertanian,” terangnya.

Karim menambahkan, para petani yang terkena dampak banjir ditahun 2016 lalu telah mendapatkan klaim asuransi.

“Ada 140 hektar lahan pertanian yang terkena banjir, itu di wilayah Utara,” katanya. (DVD)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: