PDI-P Jaring Balongub, Cucu Bung Karno Masuk Daftar

Megapolitan.co

CIKARANG PUSAT – Penjaringan untuk bakal calon Gubernur Jawa Barat dari PDIP, akan dibuka pada Bulan Mei mendatang dalam menghadapi Pilkada Gubernur yang berlangsung di tahun depan. PDIP pada pemilihan legislatif berhasil mengumpulkan 20 dari 100 kursi yang memenuhi syarat dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilihan umum. Walaupun terbanyak yang memiliki kursi, namun belum ditentukan pilihan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Nyumarno sebagai Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Kabupaten Bekasi, mengatakan bahwa PDIP tak terburu-buru dalam menentukan pilihan. Dikarenakan, banyak pertimbangan PDIP dalam mengusung calon kepala daerah, karena Jawa Barat merupakan wilayah yang sangat besar dan luas, serta memiliki permasalahan yang sangat kompleks,” ungkapnya Selasa (21/3)

“Kami dari sayap Partai menilai bahwa Partai kami PDI Perjuangan memang tidak terburu-buru, karena dalam Pilkada serentak 2018 nanti, selain pemilihan gubernur Jabar, juga ada pemilihan kepala daerah di 15 kabupaten/kota lainnya,” selain tentunya pertimbangan-pertimbangan kondisi politik lainnya.

Dengan merujuk pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan walikota, pada pasal 40 Ayat 1 mengenai persyaratan pendaftaran calon, sebanarnya PDIP dapat mengusulkan pasangan calon sendiri, tanpa perlu berkoalisi.
Prediksi ada sekitar 6 bakal calon dari internal PDI Perjuangan yang potensial untuk maju untuk di Pilgub Jawa Barat, yaitu, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, Abdy Yuhana, Waras Wasisto, Rieke Diah Pitaloka, Puti Guntur Soekarno Putri, dan Ineu Purwadewi,” ungkapnya.

“Salah satu pertimbangan lainnya adalah dengan siapa kami akan berkoalisi. Dan tentu ideologi partai merupakan pertimbangan utama Partai dalam menentukan, dengan siapa kami harus berkoalisi dan siapa calon yang akan diusung,” tutupnya.

Setelah Partai NasDem dengan terang-terangan akan mendeklarasikan Ridwan Kamil untuk maju di kursi Jabar 1. Nama calon-calon lain pun mulai bermunculan seperti Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar hingga istri Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, Netty Prasetiyani.

Dalam memenuhi syarat dukungan minimum, maka calon perseorangan atau independent yang ingin maju butuh ‘Kendaraan Parpol’ sesuai dengan peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU). (*)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: