Kali Bekasi Tercemar Limbah Pabrik, Bupati Bogor Angkat Bicara

Megapolitan.co

BOGOR – Bupati Bogor, Nurhayanti akan menugaskan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor untuk meninjau sampel limbah cair yang berada di Kali Cileungsi yang mengakibatkan Kali Bekasi berubah warna menjadi putih dan penuh busa, pada Jumat (17/3/2017) kemarin.

“Kemarin sore sudah menugaskan DLH untuk mengambil sampel air untuk diteliti lebih lanjut, Hari Senin mendatang akan dijadwalkan pula pertemuan bersama DLH Kota Bekasi dan perusahaan-perusahaan yang diduga membuang limbah di Kali Cileungsi,” kata Nurhayanti.

Nurhayanti mengaku bahwa terakhir Pemkab Bogor mengambil sampel air untuk dicek kadar limbahnya pada bulan Januari silam dan setelah dicek kadar limbah air masih dalam kondisi normal.

“Terakhir pengambilan sample bulan Januari masih dibawah ambang batas,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, sejak pagi hari, Jumat, (17/3/2017) kondisi Kali Bekasi tidak seperti biasanya, dimana busa putih tiba-tiba muncul di permukaan air dan mengalir ke hilir menuju ke Bekasi bagian utara.

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi ketika dikonfirmasi tim Megapolitan menyatakan bahwa pihak dari pemerintah sedang menyelidiki anomali tersebut.

“Sedang kami cek dan selidiki, aliran Kali Bekasi yang berada di tengah kota kan hilirnya, untuk mengetahui pasti penyebabnya akan kami selidiki dari hulu,” ungkap Rahmat Effendi lewat pesan singkat pada Jumat, (17/7/2017).

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Lutfi telah mengetahui penyebab tercemarnya Kali Bekasi yang terjdi sejak Jumat pagi, (17/3/2017).

Dirinya mengaku kecewa dengan Pemkab Bogor yang tidak mengawasi penuh kawasan industri yang membuang limbah secara sembarang dan pihaknya akan segera mencek sampel air tercemar melalui tes laboratorium.

“Untuk hal ini kita sudah melaporkannya kepada Provinsi agar ditindak lanjuti, karena memang tidak satu kali saja Pemkab Bogor mencemari air Kali Bekasi. Dan mudah-mudahan nanti akan ada jalan yang baik,” singkat Jumhana Lutfi. (Yd)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: