Kecanduan Minuman Energi, Mas’ud Bisa Habiskan 25 Sachet Sehari

Megapolitan.co

BEKASI – Entah kenapa Mas’ud warga Kampung Pulo Ceger, Kelurahan Jaka Setia akhirnya kecanduan minuman suplemen yang berwarna khas kuning. Biasanya ia minum dari pagi hingga malam hari dan tak pernah sekalipun terlewatkan.

“Ya, hari ini saja sudah menghabiskan 7 bungkus,”tukas Mas’ud saat disambangi di rumahnya di bilangan pinggiran Galaxy, tepatnya di Kampung Pulo Ceger, RT 06 RW 03 Kelurahan Jaka Setia, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Menurut Mas’ud dirinya tak bisa menghindari minuman suplemen dan sehari-hari tak pernah mengkomsumsi minuman lain. Dari air putih, kopi, teh manis dan sejenisnya tak pernah masuk ke dalam organ metabolisme tubuhnya.

Ditandaskan Mas’ud pemuda lajang bertinggi berat 42 kg dan tinggi 165cm ini bahwa minuman suplemen telah dikonsumsi dirinya selama bertahun tahun lamanya.

Bahkan ia mengaku sejak kecil tubuhnya telah bersahabat dengan minuman yang dianggap bisa menambah stamina tersebut.

“Ya, ngonsumsi minuman tersebut sejak duduk dibangku sekolah lanjutan pertama,”ujar pria usia 34 tahun antusias.

Kalau dikumpulin kata Mas’ud, bungkus dari mulai baru muncul produk dan ngonsumsi, bungkusnya ada kali se-truk.”

Diakui oleh Mas’ud bahwa minuman suplemen lain sempat menolak tubuhnya. “Kalau yang lain nggak masuk, kayak model hemaviton atau kuku bima.”

Dikisahkannya bahwa awal konsumsi minuman energi ketika dirinya sedang berada di sebuah warteg, ditawari suplemen tersebut oleh empunya warteg.

“Awalnya main di warteg di kawasan Jl. Haji Ilyas Cikunir. Sehabis main bulu tangkis, yang dingin dingin mungkin enak. Kalau kita cium baunya rasa pil.”

Nah sejak saat itu lanjut Mas’ud kayaknya pingin lagi. Besoknya, beli lagi dan sampai sekarang ini. Nah, puncaknya sekitar tahun 2006, sehari bisa menghabiskan 25 sachet,”tukasnya.

Tak dipungkiri ia pun pernah mencoba dua kali check up ke dokter.

“Pernah check up ke dokter Uun dan Nurdin. Saya konsultasikan ini. Dua kali check up ke dokter dan waktu didiagnosa herannya tak ditemukan jenis penyakit di tubuh saya. Dan dokter pun malah bingung ketika saya ceritakan kisah saya ini.”

Pernah suatu hari ngetes nggak minum, kekuatan cuma 6 jam dan akibatnya malah kepala jadi sakit. Dan kini sudah lama nggak check ke dokter. Dan kalau pun pusing, paling saya minum obt pusing dan minuman energi,”kisahnya.

Sementara itu menurut Hj. Darsih selaku ibu dari lajang warga Kelurahan Jaka Setia ini bahwa Mas’ud sarapannya minuman energi.

“Sarapan pagi ya sama itu. Pokoknya nggak pernah minum air putih segelas bisa nyeduh 2 bungkus, pagi pagi nggak sarapan dulu, yang dicari pasti ya dari pagi sampai malem,”tukasnya.

Tiada hari tanpa extra joss dan kemana pun dan di manapun berada pasti extra joss. Dicampur es dan extra joss membuat Mas’ud semangat.

“Kalau nggak ada es rasanya kurang enak. Dan selama konsumsi badan jadi fit, malah kalau nggak minum jadi pelupa,”akunya.

Waktu ke Bandung Yogyakarta ke mana aja. Ada banyak stock. Pokoknya ready stock. Dan, kalau bertamu ke tempat orang, paling yang saya tanya ada air putih dan es.”

Diakui lelaki yang kini menjajal usaha ikan bersama Onin selaku Ketua RT 06 ini bahwa minum suplemen sejak harga dibandrol dari harga Rp 200 hingga kini Rp 1000/sachet.

“Ya dari harga Rp 200 perak sekarang sudah seharga Rp 1000/sachet. Sekarang beli Rp 22.000 isi 24. Sedang satu kotak jumbo isi 12 harga Rp 11.000 dan itu jika beli dua kotak.”

Seiring saran dari keluarga dan rekan rekan terdekat pelan tapi pasti ia mulai mencoba mengurangi kecanduannya terhadap suplemen yang telah dikonsumsi selama 18 tahun itu. Dikonsumsi sejak ia masih sekolah lanjutan pertama.

“Makanya kita kurangi dan sekarang sekitar 15 sachet. Ada saran saran dari mereka. Jangan kebanyakan nanti kena inilah itulah. Ah saya sudah 18 tahun, tapi nggak apa apa, alhamdulillah itu yang kuasa kataku.”

Sesungguhnya tanpa disadari Mas’ud, ia telah mengalami ketagihan dan mulai berdampak pada organ metabolisme tubuh. Biasanya ginjal paling dominan diserang.

“Nggak kayak gitu. Kalau saya berhenti bingung, nggak bisa kayaknya, rasanya tubuh gemetar dan lemeslah. Kepala kayaknya gimana nyut nyut,”jelas anak pasangan H.Mahdum-Darsih ini.(Tns)

Beri Komentar

%d bloggers like this: