Polisi Berhsil Redam Bentrok Ormas Di Medan Satria

Megapolitan.co

BEKASI – Ratusan orang yang berasal dari Organisasi massa Forum Betawi Rempug (FBR) mendatangi markas anak buah John Kei di Perumahan Titian Indah, Kelurahan Harapanjaya, Kecamatan Medan Satria, Selasa (14/3/2017) siang.

Para anggota FBR yang menggeruduk wasnya anggota FBR itu akibat pengroyokan dua orang bercadar menghampiri korban dan anak buah John Kei saat sedang ngopi di Pasar Seroja.

Salah satu anggota FBR yang berada di kerumunan massa memyatakan bahwa mereka meradang karena ada praduga, rekannya atas nama M Shofi Udin, tewas saat sedang ngopi di Pasar Seroja, Selasa (14/3/2017) dini hari tadi. Tewasnya korban, diduga akibat adanya pengroyokan oleh anak buah John Kei.

Namun beruntung, saat kondisi tegang, puluhan personil bersenjata lengkap yang dipimpin langsung oleh Kepala Polres Metropolitan Bekasi Kota, Komisaris Besar Hero Henrianto Bachtiar

Kronologis kejadian berdasarkan pantauan tim Megapolitan, korban tewas yang bernama M Shofiudin terlihat terakhir sedang bercengkrama bersama lima orang anak buah Jhon Kei di sebuah warkop Pasar Seroja.

Namun, tiba-tiba datang dua orang bercadar yang langsung mengeroyok korban hingga tewas ditempat. Namun, pengroyokan hanya dituju kepada korban yang merupakan anggota FBR, tidak kepada lima orang lainnya.

Usai menghabisi nyawa korban, dua pelaku tersebut kabur dengan mengendarai dua sepda motor. Sementara, korban langsung di tolong oleh warga setempat dan lima orang anak buah Jhon Key. Korban dilarikan langsung ke RS Ananda.

Setelah itu, petugas juga berhasil mengamankan senjata tajam jenis golok dan tombak di markas anak buah Jhon Key. Saat ini suasana yang sempat memanas pun dapat kembali diredam.

Salah satu anak buah Jhon Key yang berhasil diwawancarai mengatakan, kehadiran ratusan anggota FBR ke markasnya tanpa ada bukti kuat kalau rekannyalah yang menghabisi nyawa korban pada dini hari tadi.

“Kita tidak tau apa-apa. Tiba-tiba mereka datang dengan membawa banyak senjata tajam, mereka teriak-teriak di depan kediaman kami,” kata Chriestian (29) saat ditemui di Markas Polres Metropolitan Bekasi Kota.

Saat anggota FBR menggeruduk markasnya, Criestian mengaku, ia bersama delapan rekannya sedang melakukan rutinitas seperti biasanya. Beruntung, kata dia, anggota FBR tidak menggeruduk masuk kedalam.

“Ada 2 orang rekan kami yang dikejar oleh kelompok FBR itu, mereka teriak ‘itu ada ambon’ dan sebagian mereka mengejar rekan kami dengan menenteng senjata tajamnya,” kata dia.

Criestian berharap, permasalahan yang terjadi di Kota Bekasi khususnya tidak melulu disudutkan kepada anggota Jhone Key. Karena, saat ini apabila ada permasalahan dengan orang kulit hitam, banyak yang menyambunginya bahwa yang berulah adalah anggotanya.

“Orang hitam (Ambon) di Kota Bekasi ini bukan kami saja, tetapi banyak. Jadi setiap masalah atau mentang-mentang lokasi tempat kejadian perkara (TKP) nya deket dengan kami jangan diaudutkan kepada kami, harus pihak kepolisian saja yang mengusut,” harap dia.

Secara terpisah, ketua garda muda FBR Kota Bekasi, Arief Rahman Hakim, mengatakan bahwa kabar tewasnya anggota FBR oleh dua orang bercada tersebut memang masih simpang siur.

“Kita berikan kesempatan semua ini kepada pihak Kepolisian. Sampai sekarang kita belum tahu siapa pelaku pengroyokan yang menyebabkan anggota kami meninggal dunia,” kata dia

Atas kejadian ini, lanjut Arief, memang tidak sedikit pihaknya yang menyudutkan bahwa tewasnya anggota FBR ialah atas ulah komplotan anak buah Jhon Key. Kendati, ia tidak ingin menuduh tanpa adanya bukti yabg akurat.

“Ini masih praduga saja, makanya denga adanya ini kami meminta agar pihak Kepolisian bersikap profesional. Karena kalau ketangkep anggota kami juga akan puas dan tenang. Dan kami akan tunggu hasil kepolisian,” kata dia.

Arief juga mengakui, kelompok Jhon Key yang sedang ngopi bersama dengan korban adalah rekanan dekat korban. Untuk itu, ia tidak mau mendeskriditkan bahwa kelompok Jhon Key lah yang melakuka pengroyokkan itu.

“Kita semua itu kawan sebenarnya, dan ini adalah kabar simpang siur yang membuat anggota kami kesal. Tapi, perlahan terus saya auoayakan agar amarah dapat diredam sehingga tidak menggangu rutinitas warga lainnya. Intinya kami akan tunggu hasil kepolisian,” tutur dia.

Sementara itu, Kepala Subbagian Humas Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Polisi Erna Ruswing, mengatakan samapai saat ini ada 9 orang kelompok Key yang masih diamanakan dalam amukkan massa.

“Mereka juga sedang dalam pemeriksaan. Untuk sementara mereka kami amankan dulu namun tidak kami tahan. Ini semua agar tidak ada rasa balas dendam saling serang,” kata dia.

“Hasil sementara yang kita ketahui, korban tewas dengan beberapa luka. Juga ada luka lebam dibagian kepala korban yang diduga akibat hantaman benda tumpul kearah kepala korban oelh dua orang pelaku bercada itu,” tandas dia. (Yd)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: