Mulai 1 April, BI Terapkan Aturan Bilyet Giro Baru

Megapolitan.co

JAYAPURA – Bank Indonesia segera akan memberlakukan aturan main baru mengenai bilyet giro mulai 1 April mendatang. Aturan ini diberlakukan guna meningkatkan perlindungan bagi nasabah bilyet giro.

Peningkatan perlindungan ini mengacu pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/41/PBI/2016 tentang Bilyet Giro. Aturan baru merupakan penyempurnaan dari peraturan sebelumnya yakni Surat Keputusan Direksi Nomor 28/32/SK/KEP/Dir tanggal 4 Juli 1995 tentang Bilyet Giro.

Asisten Direktur Departemen Penyelenggaraan Sistim Pembayaran Bank Indonesia, Agnes Wayan Lestari, di Kota Jayapura mengatakan bahwa terdapat beberapa perubahan dalam peraturan baru, diantaranya penawaran masa kadaluarsa hanya 70 hari, sementara pada peraturan sebelumnya yakni 250 hari.

Selain itu, ada syarat formal yang harus dipenuhi, yakni tertera tanggal penarikan, tanda tangan basah dan tanggal efektif. Bilyet Giro harus diserahkan sendiri oleh penerima/ kuasanya, syarat formal harus diisi oleh penarik pada saat penerbitan bilyet giro dan jumlah koreksi maksimal sebanyak tiga kali.

“Dalam aturan ini sudah ditegaskan bahwa bank penerima punya kewajiban untuk mengecek Bilyet Giro yang diserahkan kepada mereka. Jadi kewajiban itu ada tiga, baik dari sisi bank tertarik, penariknya sendiri dan bank penerima,” jelas Agnes.

Lebih lanjut Agnes menjelaskan bahwa peraturan baru bertujuan untuk meningkatkan perlindungan terhadap nasabah, sebab disinyalir terjadi kecurangan penarikan BG kosong.

“Ini untuk menghindari kecurangan karena dari hasil pengamatan kami disinyalir ada kecurangan,” kata dia.

Agnes menambahkan terkait dengan bilyet giro kosong, per bulan mencapai 3000 data baru penarikan transaksi ini. Ia berharap dengan berlakunya peraturan baru tersebut dapat meminimalisir hal tersebut.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Adi Purwantoro mengatakan pihaknya belum dapat menyampaikan berapa jumlah transaksi bilyet giro kosong di Papua.

“Kemungkinan ada tapi kami belum bisa sampaikan jumlahnya saat ini karena harus lihat di sistem dulu,” katanya (YA).

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: