Kisruh Freeport Sebabkan Ekonomi Papua Melambat

Megapolitan.co

JAYAPURA – Kisruh yang terjadi antara PT. Freeport Indonesia dan Pemerintah Republik Indonesia, yakni berimplikasi tidak adanya produksi dan ancaman PHK karyawan ternyata diprediksi berdampak pada pertumbuhan ekonomi Papua yang diperkirakan melambat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Joko Supratikto, dalam rilisnya di Kantor BI Papua pada Selasa (7/3) mengatakan bahwa sektor pertambangan memberikan kontribusi terbesar dalam kinerja perekonomian Papua, yakni sebesar 42%.

Dikatakan oleh, inflasi Papua pada tahun 2017 diprediksi tidak mencapai 5%, hanya dikisaran 3 – 3,5%. Oleh karena itu BI Papua melakukan assesment lebih rinci mengenai pengaruh tambang terhadap ekonomi Papua.

“Kontraksi pertumbuhan ekonomi Papua, BI masih melakukan assesment lebih detil terkait kekhawatiran terjadi PHK Freeport dan kredit macet. Assesment bersama dilakukan oleh BI secara makro dan OJK secara mikro,” terangnya.

Joko mengatakan sebagai langkah antisipasi pertumbuhan ekonomi yang melambat, BI memberikan rekomendasi yang dapat menjadi salah satu referensi dalam kebijakan pembangunan ekonomi Papua.

Menurutnya kinerja sektor ekonomi perlu dioptimalkan untuk mengurangi ketergantungan Papua terhadap sektor pertambangan, yakni dengan mendorong sektor lainnya seperti pertanian dan perikanan. Selain itu BI Juga merekomendasikan untuk meningkatkan koordinasi dan realisasi kerja sama antar daerah.

“Pembentukan Tim Pengendali Inflasi Daerah perlu ditingkatkan, mengingat secara riil upaya pengendalian inflasi dan koordinasi yang dilakukan antar instansi dalam TPID terbukti membuat inflasi Papua menjadi terkendali,” paparnya.

Lebih lanjut Joko mengatakan, saat ini pihaknya berupaya untuk terus mendorong pembentukan TPID. Saat ini baru 17 kabupaten/kota di Papua yang telah memiliki TPID.

“Dengan terbentuknya TPID diseluruh kabupaten/kota di Papua maka diharapkan koordinasi menjadi semakin solid dan upaya pengendalian inflasi di Papua menjadi semakin efektif,” pungkasnya (YA).

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: