Buah Merah, Tanaman Khas Papua Yang Memiliki Banyak Manfaat


Megapolitan.co

PAPUA – Babinsa Koramil 1705-06/Moanemani, Serda Luter Adii bersama beberapa warga melakukan peninjauan serta perawatan pohon “Buah Merah” di perkebunan buah milik mama Dorce, warga kampung Ikebo, Distrik Kamuu, Kab. Dogiyai pada Sabtu kemarin (04/03/2017).

Buah merah merupakan jenis buah yang tumbuh di Provinsi Papua, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Akan tetapi yang berkwalitas baik adalah yang tumbuh di dataran tinggi. Pada tradisi adat Papua, buah merah biasa dihidangkan saat pesta adat di suku pedalaman.

Dalam bahasa latin, buah ini dinamai Pandanus Conoideus, karena bentuknya daunnya yang panjang dan tergolong dalam tanaman pandan-pandanan dengan panjang buah dapat mencapai 1 M dengan diameter 10 – 15 Cm dan berat 2 – 3 Kg dengan warna merah tua.

Tanaman ini tumbuh bergerombol membentuk rumpun. Dalam 1 rumpun terdapat 2 sampai 4 pohon dan setiap pohon bisa 1 sampai dengan 2 buah.

Adapun manfaat yang dihasilkan dari buah merah ini diantaranya sebagai pembunuh kanker, menurunkan tekanan darah tinggi dengan cara menperlancar aliran darah dan mencegah penumpukan flek pada aliran darah arteri, meningkatkan stamina bagi pria serta menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh yang mengakibatkan penipisan pembuluh darah di jantung, otak dan ginjal.

“Mengingat besarnya manfaat buah merah ini, kami bersama warga Kampung Ikebo telah berupaya melakukan langkah-langkah budidaya. Ini dimaksudkan, agar keberadaan buah yang tergolong langka ini dapat dilestarikan”. Ungkap Sersan Luther.

Ia menambahkan, pihaknya juga telahkan melakukan koordinasi dengan Pemkab Dogiyai, dalam hal ini Dinas Pertanian agar agar memberikan pelatihan secara khusus kepada para petani buah sehingga mereka memiliki pengetahuan khusus dalam tekhnik penanaman dan pembudidayaan buah merah ini.

Mama Dorce menambahkan, selama ini hasil dari perkebunan buah miliknya dirasakan masih belum maksimal karena kurangnya perawatan.

“Pohon-pohon ini jarang kami rawat, jadi yaa kami dapat petik buah apa adanya”, kata Mama Dorce sembari menunjuk beberapa batang pohon yang nampak layu. Ia berharap, ada perhatian lebih dari pihak-pihak terkait sehingga kebun buah miliknya maupun warga kampung lainnya menjadi lebih produktif. (YA)

Beri Komentar

%d bloggers like this: