Nasib Makin Tidak Jelas, Warga Korban Gusuran Pekayon Gelar Doa Bersama

Megapolitan.co

BEKASI – Ratusan warga korban penggusuran Kampung Poncol Bulak, Pekayon Jaya – Jakasetia menggelar doa bersama di puing-puing tempat tinggal mereka, pada Jumat, (3/3/2017). Dalam acara tersebut, warga juga menuntut tanggung jawab Pemerintah Kota Bekasi terhadap hak layak hidup mereka. Dimana sejak 3 bulan lalu, tepatnya bulan November saat penggusuran terjadi, hingga kini Pemerintah Kota Bekasi belum memberi kejelasan terkait uang kerohiman atau ganti rugi kepada warga.

“Kami sudah lebih dari 20 tahun tinggal disini, sejak digusur hingga sekarang tidak ada kejelasan tanggung jawab dari Pemerintah Kota Bekasi, memang katanya akan disiapkan Rusunawa dan itu masih lama, buktinya hingga sekarang kami masih bingung dengan nasib kami,” ungkap salah satu warga, Sri Wahyuni kepada tim Megapolitan.co, pada Jumat, (3/3/2017).

Kuasa hukum warga Kampung Poncol Bulak, Agus Rihat P Manalu menyatakan bahwa siap untuk menempuh jalur hukum dan menggugat Pemerintah Kota Bekasi untuk memberikan hak hidup bagi masyarakat bawah yang selama ini masih terlunta-lunta.

“Saya dan tim akan bergerak terus lewat jalur hukum demi kemanusiaan penduduk Kampung Poncol Bulak,”

“Kami melihat ada ketidakadilan disini, mereka puluhan tahun menempati tanah disini namun tiba-tiba tidak dimanusiakan, silahkan jika Pemerintah ingin menata kota, tapi harus memperhatikan kemanusiaan juga, masa sudah tinggal puluhan tahun tidak ada perhatiannya,” tegas Direktur LBH Bekasi ini.

Agus Rihat juga menolak jika tindakan membela masyarakat Kampung Poncol Bulak dikaitkan dengan kepentingan-kepentingan politis yang dinilai akan menambah runyam persoalan kemanusiaan warga Kampung Poncol Bulak.

“Kalau Pemkot sudah mengambil langkah, persoalan harusnya sudah selesai, saat ini kita bicara kemanusiaan bagaimana warga ini mendapatkan haknya,”

“LBH Bekasi tidak punya kepentingan politis, kehadiran kami disini diminta warga secara langsung dan konsentrasi di ranah hukum saja,” tambah Agus Rihat. (Yd)

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: