Mirisnya Korban Gusuran Pekayon, Ditinggalkan Para Penguasa Dan LBH


Megapolitan.co

BEKASI – Fanny, salah seorang warga Kampung Poncol Bulak yang rumahnya rata tanah akibat penggusuran, menyayangkan sikap politisi-politisi di DPRD Kota Bekasi yang mengawal kasus penggusuran Pekayon seakan-akan melempem membela rakyat, khususnya korban penggusuran. Pasalnya, para anggota DPRD khususnya fraksi PDI Perjuangan hanya memberikan janji tanpa realisasi yang jelas kepada warga.

“Masuk angin mereka, kami menduga mereka dapat sesuatu sehingga tiba-tiba jadi diam. Awalnya saja mereka membantu kami, namun akhirnya pertengahan bulan Desember 2016 lalu sudah tidak terdengar lagi suara yang katanya membela nasib wong cilik,”

“Saat itu Ketua DPRD, Tumai, Ketua DPC PDIP, Anim Imamudin dan beberapa pengurus PDIP menjanjikan selama 10 bulan gaji mereka buat korban penggusuran. Tapi mana, cuma ngomong doang. Jangankan gaji, bantuan makanan, minuman saja tidak,” bebernya pada Jumat, (3/3/2017).

Di tempat yang sama, seorang warga lainnya, Sri Wahyuni juga kecewa dengan Lembaga Bantuan Hukum Patriot yang menjadi tim advokasi warga untuk mengurus ganti rugi dan nasib para warga di awal-awal penggusuran terjadi. Menurutnya, LBH Patriot seakan-akan lepas tanggung jawab tentang persoalan kemanusiaan yang terjadi di Kampung Poncol Bulak.

“LBH Patriot yang pertama kali mengurus masalah kami, mereka menjanjikan bahwa kami tidak akan digusur waktu ada peringatan dari Pemerintah Kota Bekasi,”

“Mereka juga sering meminta dana urunan kepada warga Kampung Poncol Bulak untuk berangkat ke PTUN dengan alasan untuk membela warga Kampung Poncol Bulak, tapi ternyata kami dapat kabar bahwa gugatan gugur di meja persidangan akibat LBH Patriot mangkir beberapa kali dalam persidangan, kami sangat kecewa dengan hal tersebut,” jelas Sri Wahyuni kepada tim Megapolitan.co. (Yd)

Beri Komentar

%d bloggers like this: