Pasar Mama-Mama Papua Ricuh Saat Pelatihan Keterampilan

Megapolitan.co

JAYAPURA – Rabu Siang (22/1) Pokja Papua menggelar pelatihan yang diikuti oleh sekitar 30-an peserta yakni mama – mama Papua yang biasa berjualan di Pasar Hamadi, Pasar Yotefa Abepura dan sekitarnya. Pelatihan diselenggarakan di lantai 2, Pasar Mama – Mama Papua, Jalan Percetakan, Jayapura.

Pasar Mama-mama Papua tersebut adalah bangunan baru, yang sementara ini belum digunakan (masih kosong). Menurut rencana, pasar ini kelak akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Saat pelatihan sedang berlangsung, tiba-tiba puluhan mama – mama Papua yang berasal dari Pasar Sementara Kota Jayapura mendatangi lokasi, dan seketika suasana menjadi ricuh.

Kelompok mama – mama asli Papua yang berasal dari pasar sementara tersebut tidak menerima bangunan pasar yang masih kosong itu digunakan sebagai tempat pelatihan. Akibatnya, mereka mengamuk dan memaki panitia penyelenggara pelatihan.

Mama – mama Papua tersebut, menuntut agar pelatihan dibubarkan atau dipindah ke tempat lain. Sebab, menurut mereka pasar yang baru dibangun tersebut adalah milik mereka, hasil perjuangan selama belasan tahun, dan pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo – lah janji pemerintah untuk membangun pasar bagi mama – mama asli Papua terealisasi.

Kericuhan mereda, ketika aparat keamanan yang kebetulan berada di lokasi dan tim Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) turun tangan untuk memediasi mereka. Mety Ronsumbre mengatakan bahwa bangunan pasar tersebut adalah murni perjuangan Mama – Mama Asli Papua, agar mereka mendapatkan tempat berjualan yang layak.

Selama ini mama – mama pedagang tersebut berjualan di pinggir jalan, dan terkadang mendapatkan perlakuan yang tidak layak. Telah belasan tahun mereka menuntut, dan kini mereka menempati pasar sementara sampai nanti berpindah di lokasi jualan yang baru. Mereka kwatir, Mama-mama Papua Papua dari tempat lain akan menggunakan los-los pasar yang telah disediakan.

Mety Ronsumbre pun memberikan kesempatan pada mama – mama Papua tersebut untuk berbicara langsung mengungkapkan isi hati mereka.

Ketua Pokja Papua, Judith DN Dipodiputro yang menjadi sasaran kemarahan mama – mama Papua memberikan penjelasan. Dihadapan puluhan mama – mama Papua, ia mengaku bersalah dan mengatakan pihaknya tidak bermaksut jelek.

“Bahwa sama sekali tidak ada maksut jahat dalam kegiatan yang kami lakukan,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan instruksi Presiden untuk membina mama-mama Papua melalui berbagai pelatihan ketrampilan. Pihaknya pun menjamin bahwa los – los pasar yang baru dibangun tidak akan digunakan oleh Mama – Mama Papua dari tempat lain. Ia juga kembali menawarkan agar Mama – Mama Papua yang protes tersebut untuk bergabung mengikuti pelatihan.

Kesalahpahaman tersebut pun berakhir dengan damai, setelah penyelenggara memindahkan lokasi pelatihan ke tempat lain. (YA)

Ingin Tahu Lebih Banyak Soal Kota Bekasi?

Kami Kabarkan Berita Terbaru Seputar Kota Bekasi Langsung ke Gadget Anda.

Invalid email address
Anda Bisa Berhenti Berlangganan Kapan Saja Tanpa Biaya

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: