Banjir Bekasi, Dewan Desak Pemerintah Kaji Ulang Perencanaan Kota

Megapolitan.co

BEKASI – Anggota komisi II DPRD Bekasi, Reynold P Tambunan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi harus mengkaji ulang penanganan banjir yang dirasa masih belum maksimal.

Tercatat, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 1.314 KK menjadi korban terdampak akibat bencana banjir tersebut yang tersebar di 24 kelurahan dari 10 kecamatan di Kota Bekasi.

“Ada yang lemah saat tahap perencanaan penanganan banjir, padahal anggaran penanganan banjir tersedot sekitar seperempat dari keseluruhan total anggaran belanja daerah, kolam retensi (Polder) yang sudah dibangun harusnya bisa meminimalisir banjir di Kota Bekasi,”

“Memang cuaca tidak bersahabat, namun bukan karena faktor itu saja, Pemerintah harus mengkaji ulang penanganan banjir secara komprehensif,” ujar politisi Partai PDI – Perjuangan kepada tim Megapolitan.co, pada Rabu, (22/2/2017).

Reynold juga akan meminta penjelasan Pemerintah dalam mengantisipasi permasalahan banjir yang masih menjadi tamu dadakan masyarakat Kota Bekasi.

“Sekarang yang dituntut oleh masyarakat adalah penjelasan tentang DED penanganan banjir, mengacu pada RPJMD Walikota yang menginginkan di tahun 2018 bahwa Kota Bekasi harus bebas banjir,”

“Dinas PUPR dan Dinas Perkimtan (dulu Disbangkim) harus juga singkron, penyelesaian harus integral dan satu pintu untuk mengatasi permasalahan tahunan ini,” tegas Reynold.

Di tempat berbeda, Anggota Komisi II DPRD Bekasi lainnya, Ronny Hermawan menyayangkan peristiwa banjir besar yang melanda Kota Bekasi tiga hari belakangan ini.

“Pembangunan tangkapan air sudah terealisasi, namun nyatanya belum bisa jadi solusi tepat dan tidak maksimal, kami akan mengecek Polder-Polder di beberapa wilayah untuk mengetahui fakta sebenarnya di lapangan,”

“Anggaran besar, dari pusat juga dapat bantuan, harusnya banjir bisa diminimalisir dan tidak membawa imbas kemana-mana,” ungkap Politisi Partai Demokrat tersebut.

Beberapa hari lalu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengakui seluruh proyek kolam retensi atau tandon yang dibangun sejak 2015 hingga 2016 di wilayah ini belum berfungsi optimal menampung curah hujan.

“Kita akan evaluasi lagi kolam retensi ini, karena hampir semuanya meluap karena tidak mampu menampung air hujan dan limpasan sungai,” kata Rahmat di Bekasi, Senin (20/2/2017).

Menurut dia, hampir seluruh kawasan banjir di Kota Bekasi telah dilengkapi dengan kolam retensi, namun sebagian besar masih dilanda banjir dengan ketinggian 15 centimeter hingga 1,3 meter.

“Memang proyek kolam retensi ini belum semuanya rampung 100 persen. Tahun ini masih kita perbaiki mekanisme kerjanya,” katanya.

Rahmat menduga belum berfungsinya kolam retensi itu diakibatkan sistem pompanisasi yang kurang baik.

“Pompanya harus dievaluasi lagi, sehingga air masuk (kolam retensi) bisa diarahkan pembuangannya ke saluran yang mampu menampung air, Outlet (saluran pembuangan air) sudah semunya siap, tapi masih saja belum sanggup menampung curah hujan yang tinggi,” katanya. (Yd)

Ingin Tahu Lebih Banyak Soal Kota Bekasi?

Kami Kabarkan Berita Terbaru Seputar Kota Bekasi Langsung ke Gadget Anda.

Invalid email address
Anda Bisa Berhenti Berlangganan Kapan Saja Tanpa Biaya

Beri Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: